Memang benar, makin dewasa makin paham kalau hidup itu sebenarnya gak butuh minta macam-macam. Untuk dipandang baik di mata orang lain aja kayanya gak perlu. Udah gak butuh validasi atau latahan apa pun demi menarik hati orang lain. Gak mau jadi asik atau keren di mata orang lain agar di pandang lebih. Gak!
Dewasa itu adalah ketenangan. Gak ada drama. Tapi kalau ditengah jalan ada orang yang ngusik bahkan ke sana ke mari buat ngomongin sesuatu yang jelek tentang diri ini, biarkan saja. Bukan tugasku untuk memperbaiki semua kejelekan yang diceritakan orang lain terhadap diriku. Biar mereka hidup dalam kebencian. Biar kebencian itu menggerogoti hatinya.
Semakin kritis, aku semakin paham betapa rendahnya manusia itu. Betapa gak berartinya manusia dihadapan alam dan seisinya. Kita cuma numpang. Waktu kita juga gak lama di dunia. Jadi, apa yang harus kita banggakan? Materi? Rasanya enggak!
Kalian udah capek gak sih jalanin hidup ini? Jadi, capek juga kalau harus ngeladenin hal-hal gak penting dalam hidup. Atau ngurusin sesuatu yang menguras banyak energi. Apalagi ditengah gempuran krisis ekonomi dan bencana saat ini. Istilahnya, masih bisa hidup dan tetap waras aja rasanya udah beruntung banget. Intinya bersyukur aja untuk saat ini. Tetap kuat buat menggandeng tangan-tangan kecil yang masih butuh bimbinganku. Ya, semoga aja kita termasuk orang-orang yang beruntung.
0 komentar